• Tentang Penulis

    Selamat Datang Di Echo Dot Com Gerbang Informasi Menuju Insan Berilmu Mari Bergabung dan berbagi ilmu, bagi para pengunjung yang sudah mampir jangan lupa meninggalkan komentar ya...? untuk kemajuan dan kesempurnaan blog ini, Terima Kasih. Jaya Blogger Indonesia
  • Kategori

  • Komentar dan Saran

Kelangkaan Premium DiSelatpanjang Masih Berlanjut

Sebanyak 3.500 liter bensin, Senin (5/1) sekitar pukul 14.00 WIB,  mulai disuplai pihak Pertamina Pekanbaru  ke Selatpanjang melalui APMS Kusna. Meski  demikian, kelangkaan  bensin masih tetap terus berlanjut.

Warga Kota Selatpanjang, masih kesulitan mendapatkan bensin. Ribuan liter bensin yang  dipasok tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan bensin di Selatpanjang. Hal ini  diungkapkan Camat Tebing Tinggi Masrul Kasmy kepada Riau Pos, Senin (5/1) di Selatpanjang.

‘’Baru satu APMS yang mensuplai bensin, dua APMS lainnya belum mensuplai. Kita harapkan  dalam dua hari ini, dua kapal lainnya milik APMS Zulkarnaen dan Dharsono Wijaya atau  Irianto sudah bisa memasukkan bensin. Kalau hal ini gagal dilakukan, kelangkaan akan terus  berlanjut,’’ ujarnya.

Menurut Masrul, dengan masuknya 3500 liter bensin secara riil tetap belum mampu menutupi  keperluan bensin di Selatpanjang, yang jumlahnya mencapai 15.000 liter perhari. Dengan  kondisi  tersebut, jelas  warga tetap masih sulit untuk mendapatkan bensin sesuai dengan  keperluan. Untuk itu, mau tidak mau dalam sepekan ini suplai bensin harus rutin dimasukkan  Pertamina. Kalau  upaya ini gagal,  kelangkaan bensin akan terus berlanjut. Tidak hanya di  Kecamatan Tebing Tinggi, tapi akan meluas ke Rangsang Barat dan Tebing Tingggi Barat.

Menyinggung adanya warga yang menjual bensin di rumah-rumah, Masrul meminta agar pihak  Disperindag segera melaukan penertiban. Selain menyalahi aturan Tata Niaga BBM, penjualan  bensin di rumah-rumah ini memberikan celah pihak tertentu untuk melakukan spekulasi harga.  Dihawatirkan situasi ini tidak hanya akan menyulitkan masyarakat tapi juga bisa memicu  kecemburuan sosial di kalangan pengecer resmi yang sudah memiliki izin.(rus)

Harapan Setelah Meranti Jadi Kabupaten

Bersyukur. Mungkin itu yang tepat dilakukan masyarakat Merbau, Rangsang dan Tebingtinggi.

Situasi itu pula yang dilakukan Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM) dan Kerukunan Warga Kepulauan Meranti (KWKM) Pekanbaru, Rabu (24/12) malam di Pekanbaru.

Tepat pukul 20.00 WIB, ratusan warga Meranti mulai memadati ball room Hotel Raudah, Pekanbaru. Bukan di ruangan itu saja, tapi beberapa kursi tamu nampak dijejali para pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sekitar pukul 20.20 WIB, acara syukuran dimulai. Saat itu nampak hadir Sekretaris Forum DPR RI Dapil Riau H Tonas SE, yang juga anggota DPR RI dari Komisi II. Tokoh masyarakat Meranti, yang juga mantan Gubernur Riau Drs H Wan Abubakar MS MSi. Kemudian Sofyan Hamzah,  juga Ketua BP2KM Prof Dr Yohanes Oemar MM dan tokoh pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua BP2KM Yohannes Oemar menegaskan, syukuran ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena sudah disahkannya Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti pada 18 Desember lalu oleh DPR RI.

‘’Ini upaya kita mengumpulkan semua berpartisipasi berjuang dan bekerja keras membentuk kabupaten Meranti. Jadi syukuran ini juga kembali menyejukkan hati bersama, dan melepaskan rasa lelah sekian lama berjuang. Sebab pekerjaan berat sudah menunggu di depan mata,’’ jelas Yohanes Oemar.

Syukuran ini juga sebagai wadah untuk sharing informasi dan pembenaran informasi ke seluruh masyarakat Meranti yang ada di Pekanbaru. Dengan informasi yang disampaikan dalam kegiatan ini tak merugikan pihak lain. Karena yang tahu secara persis perjuangan ini adalah BP2KM. ‘’Jadi apa yang kita bicarakan tentu itulah adanya selama ini dilakukan,’’ jelas Ketua BP2KM ini lagi.

Kemudian, ia juga menegaskan, syukuran ini bukan saja dilakukan di Pekanbaru, tapi juga dilaksanakan di beberapa tempat baik di Tebingtinggi, Rangsang dan juga Merbau. ‘’Kegiatan syukuran itu nantinya, adalah keinginan masyarakat,’’ jelasnya.

Tonas dalam sambutannya menegaskan, ini murni perjuangan masyarakat Meranti. Dan ia juga mengatakan patut berterima kasih kepada H Bulyan Royan dan Azlaini Agus juga bersama berjuang untuk Kabupaten Meranti ini.

Ia juga menceritakan, kalau perjuangan Meranti terus maksimal. Bahkan pernah ada ungkapan pesimis. ‘’Tapi saya bantah,  bahwa tak ada alasan tuntuk ditolak. Sebab hanya menunggu masalah teknis administrasi saja,’’ tegas Tonas.

Jangan ‘’Becekau’’
‘’Jangan becekau (berkelahi, red)’’. Inilah sepenggal kata yang diungkapkan Wan Abubakar MS saat memberikan sambuatnnya dalam syukuran pemekaran Kabupaten Meranti malam itu.

Menurut Wan Abubakar, pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti ini, merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, dan jangan diingkari. ‘’Jadi jangan sampai terjadi sikut menyikut, dan becekau,’’ tegasnya.

‘’Siapapun bupatinya, yang terpenting adalah anak Meranti. Jadi bersatu padulah untuk membangun Meranti dan pembentukan pemerintahan nantinya,’’ lanjut Wan Abubakar.***

RiauPos

Selamat Atas Terbentuknya Kabupaten Meranti

Setelah mengalami lika-liku yang cukup panjang, Kabupaten Meranti akhirnya disahkan oleh DPR bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Maibrat Papua, Jumat, 19 Desember 2008. Sementara pembentukan Provinsi Tapanuli dan Kota Berastagi (Sumut) ditunda.

Terbentuknya Kabupaten Meranti adalah harapan baru bagi percepatan pembangunan di Riau dan pembentukannya yang bertepatan dengan krisis moneter yang melanda akhir-akhir ini, mudah-mudahan dapat menambah gairah perekonomian khususnya di wilayah Meranti. Selatpanjang sebagai ibukota Meranti, mudah-mudahan dapat menjadi titik pertumbuhan ekonomi yang baru, karena kota yang merupakan titik transit antara Pulau Sumatera dengan Kepulauan Riau ini, sesungguhnya sangat potensial sebagai kota perdagangan. Namun, karena statusnya yang masih kecamatan, belum dapat optimal mengembangkan dirinya.

Riau masih menyisakan sejumlah harapan pemekaran yang lain. Kabupaten Mandau dan Rokan Darussalam (Rodas) yang sudah tertunda pembahasannya masih merupakan PR bagi Pemerintah dan Legislator Riau. Kemarin, aksi masa berhasil menelurkan pengesahan rekomendasi DPRD Kampar untuk pembentukan Kabupaten Kampar Kiri. Di Kampar, juga muncul aspirasi pemekaran Kabupaten Tapung. Di Indragiri Hilir, masih ada ide pemekaran Indragiri Utara dan Indragiri Selatan. Serta juga muncul opsi tentang Kabupaten Gaung Raya dan Kota Tembilahan.

Beberapa tahun yang akan datang, Riau mungkin akan kemunculan ide pemekaran Kota Perawang, Kota Baganbatu, Kota Kuala Enok, Kabupaten Rupat, Kabupaten Bukit Batu, Kabupaten Pangkalan Kuras, Kabupaten Pasir Penyu, Kabupaten Peranap, Kabupaten Seberida, Kabupaten Kuantan Hilir serta Provinsi Indragiri (Riau Selatan). Kemunculan ide-ide tersebut adalah wajar, karena bagaimana pun, pembagian wilayah administratif Riau saat ini masih belum final. Oleh karenanya, Pemerintah dan Legislator Riau, seharusnya bersiap-siap, agar seandainya ide-ide tersebut muncul, kemunculan ide tersebut seharusnya menunjang perkembangan Riau, bukannya mempersiapkan strategi penghambatannya.

http://riau.hafiz.web.id